Minggu, 04 Desember 2016

SEJARAH BERDIRINYA RUMAH PERGERAKAN


FORUM PENGEMBANGAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAERAH
A.      Latar Belakang
Berdirinya Rumah Pergerakan Rakyat, dengan wadah FP2D di Kota Singaraja Provinsi Bali erat kaitannya dengan kebutuhan untuk menghimpun kekuatan generasi muda Indonesia guna menciptakan Generasi Emas 2045.
Rumah Pergerakan Rakyat (RPR) berkeinginan menghimpun setiap pemuda yang memiliki kepekaan sosial terhadap kemajuan daerahnya dimanapun di pertiwi Indonesia. Dideklarasikan di Desa Kerobokan Buleleng-Bali, pada tanggal 28 Oktober 2016, oleh Muhammad Zulkipli sebagai Ketua, Pengawas Nyoman Suparna (Profesional),  Penasehat Gede Sarya Tuntun (Pengamat Sosial), dan disahkan oleh Notaris pada Tanggal 13 Oktober 2016.
Dengan Program Nawasanga, yang berlatar filosofi Tri Hita Karana, maka lengkaplah organisasi pergerakan sosial dan kemasyarakatan ini, ingin memberikan sumbangsih bagi Indonesia ummnya dan Bali pada Umumnya.
B.      Aspek Dan Domain FP2D
1.     Relawan
Kerelawanan adalah manusia yang siap bergerak, sekaligus memotivasi diri untuk melakukan sesuatu demi kepentingan bersama untuk hidup yang lebih baik. Karena itu, apabila terpelihara rasa kerelawanan dalam setiap jiwa, maka sifat tulus adalah cerminan yang siap memantulkan cahaya kerelaan dalam kepribadian sehari-hari. Dengan adanya jiwa kerelawanan dari setiap individu, maka akan selalu terdapat aksi nyata yang dilakukan oleh individu tersebut dengan membantu sesama.
Indonesia telah 70 tahun merdeka, dan memiliki kedaulatan untuk dapat menjalankan sistem kenegaraan yang sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertuang dalam UUD 1945. Akan tetapi, apakah cita-cita rakyat Indonesia seperti yang tertuang dalam UUD telah terlaksana dengan baik pada saat ini? Harus ada penyelesaian dgn tindakan konkrit terhadap pertanyaan tersebut. Rakyat Indonesia pada saat ini sedang mengalami permasalahan yang pelik yang tidak terlepas dari akibat perlakuan para pemimpin yang masih memiliki kerakusan akan harta, dan jabatan, sehingga kehidupan rakyat yang dipertaruhkan. Begitu banyak permasalahan yang terdapat di bumi pertiwi ini, mulai dari permasalahan perekonomian, hukum, kesenjangan sosial, politik, korupsi, agama, daerah tertinggal, pendidikan, kesehatan, keamanan, bencan dan sebagainya.
Permasalahan tersebut harus mendapatkan perhatian lebih untuk diselesaikan dengan aksi nyata. Aksi kerelawanan setidaknya mampu menjadi harapan untuk membenahi permasalahan yang terdapat di Indonesia saat ini. dan semoga mampu menjadi suatu wadah yang memberikan masukan bahkan perbaikan terhadap sistem pemerintahan yang ada. Jadi, aksi kerelawanan itu tidak hanya dalam bidang sosial, tapi dapat juga dalam bidang politik dan hukum. Indonesia saat ini membutuhkan para anak-anak muda yang memiliki kreativitas dan inovasi yang mampu memberikan pengaruh yang besar akan perubahan bangsa untuk menjadi bangsa yang dapat bangkit dalam keterpurukan dan mampu menjalankan akan yang dicita-citakan sebagai negara yang berdaulat seperti yang tertung dalam UUD 1945.
Bagaimana akibatnya jika Indonesia tanpa aksi kerelawanan? Maka Indonesia akan selalu menjadi negara yang tertinggal. Negara yang tidak mampu bersaing dengan negara lain nya. Kenapa demikian? karena kesejahteraan rakyat mempengaruhi terhadap kemajuan suatu bangsa, kesejahteraan dalam hal apa saja yang mempengaruhi? Dalam segala hal, apabila suatu negara memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak, maka negara tersebut tidak dapat dikatakan menjadi negara maju. Lihatlah seperti negara-negara maju di Eropa, seperti Jerman salah satunya, negara berupaya untuk memberantas kemiskinan dan mementingkan akan kesejahteraan warga negaranya. Bahkan di negara tersebut, untuk menghindari pengangguran yang banyak, maka negara akan membantu rakyatnya untuk mendapatkan pekerjaan yang mampu memenuhi kehidupan mereka dan memberikan pelatihan akan skill yang dapat berguna untuk meningkatkan perekonomian mereka. Sebegitu perhatiannya negara terhadap warga negaranya, dan tidak kita pungkiri, hal terebut berbeda jauh yang terdapat di Indonesia.
Simpulannya, Setiap Aksi kerelawanan sangat memberikan andil terhadap perubahan Indonesia menjadi lebih baik. Tanpa adanya aksi kerelawanan di Indonesia. maka Indonesia akan menjadi negara yang selalu semakin terpuruk setiap harinya akan permaslahan yang ada.
2.     Kepedulian dan Kemanusiaan (Konteks Sosial)
2.1 Pengertian Kepedulian Sosial
Kepedulian sosial yaitu sebuah sikap keterhubungan dengan kemanusiaan pada umumnya, sebuah empati bagi setiap anggota komunitas manusia. Kepedulian sosial adalah kondisi alamiah spesies manusia dan perangkat yang mengikat masyarakat secara bersama-sama (Adler, 1927). Oleh karena itu, kepedulian sosial adalah minat atau ketertarikan kita untuk membantu orang lain.
Lingkungan terdekat kita yang berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial kita. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah keluarga, teman-teman, dan lingkungan masyarakat tempat kita tumbuh. Karena merekalah kita mendapat nilai-nilai tentang kepedulian sosial. Nilai-nilai yang tertanam itulah yang nanti akan menjadi suara hati kita untuk selalu membantu dan menjaga sesama. Kepedulian sosial yang di maksud bukanlah untuk mencampuri urusan orang lain, tetapi lebih pada membantu menyelesaikan permasalahan yang di hadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian.
2.2. Jenis-jenis Kepedulian Sosial
Kepedulian sosial dibagi menjadi 3, yaitu:
  • Kepedulian yang berlangsung saat suka maupun duka
 Kepedulian sosial merupakan keterlibatan pihak yang satu kepada pihak yang lain dalam turut merasakan apa yang sedang dirasakan atau dialami oleh orang lain.
  • Kepedulian pribadi dan bersama
Kepedulian bersifat pribadi, namun ada kalanya kepedulian itu dilakukan bersama. Cara ini penting apabila bantuan yang dibutuhkan cukup besar atau berlangsung secara berkelanjutan.
  • Kepedulian yang sering lebih mendesak       
 Kepedulian akan kepentingan bersama merupakan hal yang sering mendesak untuk kita lakukan. Caranya dengan melakukan sesuatu atau justru menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu demi kepentingan bersama.
 2.3. Sumber Kepedulian Sosial
Sumber kepedulian sosial berasal dari dua sumber, yakni :
1)      Bersumber dari cinta
Kepedulian sosial muncul dari kepekaan hati untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah empati, yang dapat diartikan sebagai kesanggupan untuk memahami dan merasakan perasaan-perasaan orang lain seolah-olah itu perasaan diri sendiri.
2)      Tidak karena macam-macam alasan
Kepedulian sosial yang kita kembangkan adalah kepedulian yang timbul dari hati yang terbuka mau berbagi untuk sesamanya tanpa didorong atau disertai alasan-alasan tanpa meminta imbalan apapun.
 2.4. Hambatan dalam mewujudkan kepedulian sosial
Ada beberapa hal yang merupakan hambatan kepedulian sosial, diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Egoisme
Egoisme merupakan doktrin bahwa semua tindakan seseorang terarah atau harus terarah pada diri sendiri.
  • Materialistis
Merupakan sikap perilaku manusia yang sangat mengutamakan materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidupnya. Demi mewujudkan itu mereka umumnya tidak terlalu mementingkan cara untuk mendapatkannya.
 2.5. Cara pembentukan sikap dan perilaku kepedulian sosial
  • Mengamati dan Meniru perilaku peduli sosial orang-orang yang diidolakan.
  • Melalui proses pemerolehan Informasi Verbal tentang kondisi dan keadaan sosial orang yang lemah sehingga dapat diperoleh pemahaman dan pengetahuan tentang apa yang menimpa dan dirasakan oleh mereka dan bagaimana ia harus bersikap dan berperilaku peduli kepada orang lemah.
  • Melalui penerimaan Penguat/Reinforcement berupa konsekuensi logis yang akan diterima seseorang setelah melakukan kepedulian sosial.
Tanggapan terhadap topik di atas
Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Oleh karna itu lumrah jika manusia memiliki kepedulian sosial terhadap sesama. Tetapi dengan semakin pesatnya teknologi-teknologi modern saat ini yang bisa menghubungkan individu dengan individu lain tanpa batasan ruang dan waktu, seperti facebook, twitter, dll. Membuat sebagian individu memiliki sifat individualistis yang dominan dikarnakan dampak dari perkembangan jaman dan teknologi ini, sehingga berpengaruhi terhadap kepedulian sosial individu saat ini. Oleh karna itu, topic diatas sangat penting untuk kita pahami dan pelajari, agar kepedulian sosial yang ada di kultur budaya kita bisa tumbuh kembali.
Implementasi terhadap diri sendiri
Setelah membaca topic diatas. Saya akan mencoba untuk sedikit demi sedikit menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Sehingga saya bisa menjadi individu yang peka terhadap masalah – masalah sosial yang terjadi dalam hidup ini. Agar saya bisa merasakan apa yang orang lain rasakan, seperti membantu teman/orang lain yang sedang kesusahan dan bisa memberi solusi terbaik dalam memecahkan suatu masalah.
Implementasi Terhadap Masyarakat
Setelah berusaha mengimplementasikan kepedulian sosial terhadap diri saya sendiri. Sekarang waktunya bagi saya untuk menerapkan sifat kepedulian sosial dalam bermasyarakat. Karna manusia adalah makhluk sosial, sehingga tidak bisa dipungkiri bahwa kita tidak bisa hidup sendiri. Seperti kita bergabung dalam suatu organisasi. Kita harus bisa membuang sifat egois dan materialistis, sehingga kita bisa melakukan semua kegiatan dalam organisasi tersebut dengan baik, seperti berperilaku adil dalam mengambil keputusan, membantu anggota lain yang lagi kesulitan dan lain sebagainnya 

SELAMAT BERGABUNG DI RUMAH PERGERAKAN RAKYAT
FORUM PENGEMBANGAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN DAERAH (FP2D)
JOINT US : 0852-3666-0498



0 komentar:

Posting Komentar